Ada rencana kuliah dan liburan keluar negri dalam jangka waktu 2 sampai 3 tahun ke depannya, sebaiknya kalian gunakan tabungan deposito atau berjangka saja. Kedua tabungan tersebut dapat memenuhi keuangan dalam jangka waktu yang pendek.

Bunga yang akan kalian dapatkan dari tabungan deposito atau berjangka lebih besar dari pada tabungan biasa. Akan tetapi, kalian tidak bisa mengambil tabungan deposito tersebut saat kalian butuh. Bisa sihh kalian ambil, namun kalian akan dikenakan biaya pinalti serta administrasi yang membuat keuntungan semakin kecil. Nah maka dari itu pada tabungan deposito atau berjangka, kalian bisa memilih masa jatuh temponya.

Apabila kalian melihat penjelasan sekilas mengenai kedua tabungan ini, maka terlihak sama, akan tetapi faktanya kedua tabungan yaitu deposito dan berjangka ini memiliki perbedaan yang besar. Namun sebelum kita mencetuskan, sebaiknya lihat saja perbandingan antara tabungan deposito dan berjangka.

Suku Bunga Tabungan Deposito Lebih Tinggi

Perbedaan yang paling kelihatan pada produk tersebut yaitu tabungan berjangka alias tabungan berencana adalah produk simpanan sementara deposito adalah produk investasi. Lalu, apa sih ngaruhnya untuk ngisi rekening kita? Meskipun tabungan berencana alias berjangka mempunya bunga yang lebih tinggi dari tabungan biasa, tetap saja lebih rendah jika dibandingkan dengan produk investasi contohnya seperti deposito

Pada umumnya deposito memiliki suku bunga dari 5-6% per tahun, sedangkan tabungan berendana 4-5 persen per tahun.

Minimal Setoran Tabungan Berjangka alias Berencana Lebih Rendah

Kedua produk ini menerapkan aturan penarikan sesudah beberapa tahun ke depan. Sementara itu kalian juga bisa menentukan jumlah setoran awal pada saat membuka tabungan deposito.

Namun bedanya rata-rata setoran awal tabungan berjangka lebih rendah dari pada deposito. Setoran awal tabungan berjangka dimulai dari Rp 100rb sedangkang deposito rata – ratanya dimulai dari Rp 8-10 juta.

Deposito Bisa Dijadikan Jaminan Pinjaman

Jika kalian ingin mengajukan pinjaman pada bank atau lembaga sejenisnya, pastinya kalian akan diminta jaminan berupa aset. Pada saat kalian tidak mempunyai aset apapun buat jaminan, pengajuan kredit tentunya bisa terencana ditolak. Namun jika klaian memiliki deposito, kalian bisa jadikan deposito sebagai jaminan.

Menurut pihak bank sendiri, pinjaman menggunakan jaminan deposito itu mempunyai resiko yang rendah yang menjadikan bunga utang juga lebih rendah. Akan tetapi kalian jangan lakukan deposito untuk dijadikan jaminan pinjaman jika keadaan tidak mendesak aklian. Karena manfaat bunga deposito kalian akan hilang terkikis oleh bunga kredit yang pada umumnya sampai 2-3 perse lebih tinggi.

Nah jika tabungan berjangka ini tidak dapat kalian jadikan sebagai jaminan pinjaman.

Tabungan Berjangka Melatih Kedisiplinan

Bagi kalian yang merasa sulit sekali dalam hal menabung, tabungan berencana ini menjadi salah satu solusinya untuk menjadikan kalian disiplin saat menabung. Menggunakan sistem autodebet, maka dari itu setoran akan ditarik dengan secara otomatis.

Dengan begitu kalian tidak ada alasan lupa atau malas untuk menyetor. Namun kalian hanya perlu memastikan saldo pada rekening kalian memadai. Supaya aman, kalian dapat menetapkan tanggal penarikan di hari gajian atau diperlambat menjadi 3 hari sesudah gajian.

Deposito Menjadi Langkah Pertama Berinvestasi

Sebagaimana intrumen investasi, nah deposito ini cocok dipilih untuk kalian para investor pemula alias risiko konservatif. Hasilnya memang tidak sebesar dari investasi lainya, akan tetapi inilah yang memiliki resiko kerugian terkecil.

Apalagi kalian menyimpan dana yang sudah di jamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yang tentunya kalian ta usah khawatir akan kehilangan dana kalian. Akan tetapi sayangnya hal ini diperlukan uang sebesar Rp 2 miliar dengan suku bunga 6,5% per tahun.

Apabila kalian memiliki uang simpanan Rp 10 jt yang tidak akan kalian pakai dalam jangka waktu 3 samapi 5 tahun, kalian bisa pilih tabungan deposito agar kalian mendapatkan untung yang lebih besar. Namun jika kalian kumpulkan uang untuk jangka waktu yang pendek dari 1 sampai 3 tahun ke depan dan akan kalian pakai, sebaiknya kalian pilih tabungan berencana atau tabungan berjangka

Dengan begitu kalian sudah tahu perbedaannya dan kalian juga tentunya sudah bisa memilih dong.

Apa saja pilihan kalian, sebaiknya kalian pastikan hanya melakukan transaksi di bank atau lembaga yang terdaftar OJK serta juga memenuhi persyaratan agar dilindungi LPS.